It Passed Away
12 August 2008
Cerita tentang mereka berdua yang hidup dalam satu cinta, namun tak pernah sekalipun menghargainya.
Dua sejoli itu saling suka, saling kagum, dan sama-sama menyadari keberadaan yang lainnya. Tapi ego mereka lebih mengambil peranan, jauh daripada hati mereka yang terbakar.
Tatapan mereka kembali beradu untuk ke sekian kali, namun untuk kesekian kali pula mereka mengecewakanku. Sang dara mengalihkannya. Sedang jaka, ia mengambil sikap. Menggeser tempat duduknya sedikit lebih dekat, mendekat ke gadis lainnya, membaurkan dirinya dalam keakraban yang lazim. Dara memutuskan hanya tersenyum kecut, menundukkan muka dan kembali membenamkan diri dalam kebimbangan yang tidak seharusnya. Mereka benar-benar membuatku semakin geram. Tidak adakah satu keberanianpun yang akan muncul dari mereka, untuk mewujudkan sebuah hubungan indah?
Hari lain, masa ini, dara dan jaka ini kembali berpandangan, berbalasan senyuman manis. Aku melihat ketulusan yang murni dalam empat mata itu. Jangan hentikan! Teruskan! Rangkailah awal cerita indah kalian.
Rupanya aku belum bisa berpuas hati untuk saat ini. Kembali mereka injak kesucian cinta mereka hanya karena suara pertama dari orang ketiga yang tiba-tiba membuat perhatian si jaka teralihkan. Dara mengalihkan pandangannya yang tak lagi berbalas, tenggelam dalam cemburu yang dibakar sang ego. Aku tak tahu harus berkoar apalagi tentang mereka. Aku benar-benar tak mengerti akan arah yang akan mereka tuju. Akankah mereka bertemu di satu titik, jika ego selalu menyetir mereka?
Kejengkelanku hari ini mengingatkanku tentang suatu hari, saat dara manis itu termenung, melayangkan lamunannya. Aku sungguh sangat tahu, saat itu, jaka-kalem itu pasti sangat ingin mendekatinya, menggenggam tangannya, menatap kedua matanya, lalu membantunya melepas beban di otak dara pujaannya. Namun jaka tak segera melaksanakan inginnya, yang aku rasa pasti akan jadi salah satu langkah terbesar dalam hubungan mereka. lalu apa yang ia lakukan saat itu? Ia tertunduk, memikirkan ulang keinginan hatinya, lama sekali. Makin lama ia berpikir, makin luruh niatnya, dan akhirnya ia lepaskan begitu saja kesempatan itu. Aku mengerti jika Si dara sama kecewanya denganku. Aku merasakannya, dara itu juga memimpikannya, kurasa ia juga akan berharap akan peduli jaka-nya. Untuk kesekian kali, lagi, aku kecewa atas mereka, kecewa atas perlakuan mereka pada cinta juga kelemahan mereka pada Sang ego.
Kulanjutkan ceritaku, saat ini, setelah pandangan mereka terputus oleh sapaan seorang gadis. Si gadis berhasil mengambil tatapan jaka manis itu. Mereka bertatapan. Cukup lama. Sedetik kemudian, aku dibuat gadis itu terlalu shock dan kaget oleh perkataanya saat ini. Berani sekali dia! Mengucapkan kata itu, kata yang sepanjang cerita kunantikan akan keluar dari mulut Sang jaka, untuk rembulannya, dara itu.
Kulihat jaka tak lebih terkejut dariku atas keberanian Si gadis. Laki-laki itu membuka sedikit bibirnya untuk membentuk senyum hormat, menghargai seorang gadis yang mencuri kata itu dari hak para lelaki. Sesaat kemudian, ia melirik ke arah dara-nya. Pandanganku kualihkan secepat kilat pada dara. Kali ini aku sangat berharap, betul-betul menginginkan Si dara untuk melakukan hal yang benar. Tolonglah! Cegah! Hentikan ini! Ini kesempatan terakhirmu! Berikan tanda padanya!
Bersamaan dengan tertunduknya wajah hawa itu, aku berteriak sangat keras dalam hati. Sirna harapanku padanya. Tapi masih ada sekali lagi kesempatan. Kualihkan pandangan ke Sang adam. Ia adalah kunci dari kisah ini. Keputusannya saat ini akan jadi titik tolak hubungan mereka. Ini kesempatan terakhir. Ayolah, kumohon! Aku berharap penuh padamu! Perhatikan benar-benar ekspresi dara-mu, ia takkan pernah rela kau diambil oleh gadis itu. Aku sadar, detik ini, tak ada yang bisa aku lakukan. Aku diam, menunggu dengan sangat cemas.
Tubuhku lemas seketika, saat arjuna itu meng-iyakan komitmen yang baru ditawarkan padanya. Selesai! Semua telah berakhir.
Inilah balasan untuk mereka yang tidak menghargai cinta.
Cinta akan menghilang, tanpa sempat dapat disesali.
Agungkanlah cinta sebisamu, sekuat hatimu. Jangan pernah biarkan sedikitpun ego memaksamu melepaskan cinta.
By Melanie AliFf
10112006
Labels: cerpen, egoisme, keangkuhan
0 comments
6:41 AM
Owner.
Meet me,
Welcome here,
Walaupun menulis adalah salah satu passionku, tapi menurutku, aku sama sekali tidak produktif. Semoga dengan kupublikasikan tulisanku, produktivitas dan kualitas tulisanku akan jauh meningkat.. Apapun pikiran, pendapat, atau celaan kalian, AKU MOHON, share-in sama aku ya.. Makasih...
music.
Lagu ini pas banget buat jadi "wake up" song, biar hari jadi lebih semangat
Kalo mau download, dibawah lirik ada link nya
Buddies.
Vault.
August 2008 September 2008 December 2008 February 2009 January 2011
thanks.
Layout by BAKEDPOTATOE, with help from sm3no for the image and fonts, Print Dashed and Violation.